Warga Bandung (termasuk Kabupaten
Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi), khususnya kota Bandung,
apakah kalian tidak menyadari dengan apa yang sebenarnya terjadi pada kota
kalian?
Kalian harus bangga dengan adanya
Walikota Bapak Ridwan Kamil. Tapi, bukan berarti itu hanya tugas Pak Ridwan dan
segenap pengurusnya saja dalam mengurus kota tercinta ini. Jangan sampai kita
lengah dengan kenikmatan yang diberikan Allah.
Saya, meskipun asli orang Cianjur,
merasa memiliki pula dengan kota Bandung, karena sekarang saya hidup di kota
ini sejak SD.
Ada hal yang membuat saya merasa tidak
nyaman dengan kota ini. Bukan masalah sampah, atau kemacetan lalu lintas, tapi
masalah budaya.
Kota Bandung terletak di tatar Priangan
yang merupakan daerahnya kebudayaan Sunda. Dan Bandung ini disepakati sebagai
pusatnya kebudayaan Sunda.
Tapi, saya lihat, dari waktu ke waktu, semakin
banyak berdiri tempat-tempat seperti restoran, hotel, wisata alam, dan objek wisata
lainnya yang memakai nama selain bahasa Indonesia atau bahasa daerah lainnya. Seperti
Floating Market Lembang, D’Ranch, Pasar Baru Trade Center, Bandung
Electronic Center, dll. Memang masih ada yang menggunakan bahasa lokal,
seperti Tebing Keraton, Punclut, Bukit Bintang Dago, dll; tapi itu tidak
seberapa jumlahnya dibanding yang menggunakan bahasa asing. Mungkin
lama-kelamaan bahasa Indonesia dan daerah akan punah karena digusur bahasa
asing.
Sudah sepantasnya menghargai budaya yang
ada. Karena Bandung berada di wilayah kebudayaan Sunda, maka gunakanlah
nama-nama Sunda, atau setidaknya bahasa Indonesia. Untuk nama-nama dari daerah
lain yang masih sesama Indonesia, bisa dimaklumi, tapi disarankan ada
keterangan bahasa Indonesia nya supaya dapat dimengerti oleh orang yang tidak
mengerti bahasa daerah tersebut. Nama-nama Sunda pun sama, disarankan ada
keterangan bahasa Indonesianya.
Jika kebudayaan setiap daerah yang ada
di Indonesia mengalami pengikisan, maka bukan tidak mungkin keutuhan negara ini
terancam. Karena kita harus ingat bahwa fondasi utama negara Republik Indonesia
ini berdiri, adalah karena persatuan keberagaman etnis-etnisnya. Bhinneka
Tunggal Ika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar