Ini janggal, dan ini seharusnya tidak pantas untuk dilakukan. Para developer (pengembang) properti,
khususnya perumahan, seharusnya tidak hanya memikirkan bisnisnya saja. Mereka
membangun secara membabi buta; dimana ada lahan kosong, mereka bangun. Dari
yang saya perhatikan sekarang ini, mereka sudah berlebihan dalam berbisnis. Bukan
hanya itu, terkadang ada pula bangunan yang didirikan secara asal-asalan;
seperti dindingnya mudah sekali retak, catnya mudah luntur, hingga lantainya cepat
retak karena kualitas keramik yang buruk atau tanahnya yang belum rata.
Tentang lahan kosong, ini penting sekali, karena disini lahan kosong
tersebut biasanya adalah daerah resapan air, atau lahan hijau/terbuka. Tak
masalah kalau lahan kosong tersebut bukan daerah resapan air atau lahan
hijau/terbuka. Bagaimana kedepannya kalau lahan yang menjadi daerah resapan air
tersebut didirikan bangunan diatasnya? Apakah setiap saat musim hujan? Musim hujan
pun tidak menjamin ketersediaan air.
Pihak-pihak developer seakan
pura-pura tidak mengetahui hal ini, malah suka menyalahkan pihak lain jika ada
masalah-masalah yang diakibatkan oleh kurangnya daerah resapan air, seperti
kekeringan, banjir, gersang, dan lain-lainnya.
Memang mereka pun mencari rezeki, tapi janganlah merugikan orang lain,
apalagi ini merugikan orang banyak. Ini seperti pengrusakan lingkungan secara
halus; membangun rumah kelihatannya bagus, tapi realitanya sekarang ini para
pihak pembangun tersebut tidak memperhatikan lingkungan. Terkadang ketika
mereka ditegur, mereka membela diri dengan alasan mencari rezeki, kemudian balik
menegur si penegur kalau mereka menghalang-halangi orang yang mau mencari
rezeki.
Memang tidak semua developer jahat,
tapi kebanyakan dari mereka jahat. Malah mereka seperti para penjajah yang
menjajah secara halus, tapi akibatnya nanti sangat fatal. Jahat sekali mereka.
Kalau sudah begini, bisa-bisa masyarakat lah yang turun langsung untuk
mengatasi masalah ini. Karena bagaimanapun juga, mereka para developer jahat, akan terungkap
kejahatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar